Senin, 24 November 2014

Kamp Pengungsian Cantik Berbahan Bambu

Di Thailand bambu menjadi bahan utama untuk membuat sebuah kamp atau posko pengungsian. Kamp berbahan dasar bambu ini dibangun oleh Agaro Architects dengn tujuan memberikan akomodasi sementara bagi para pengungsi yang terletak di perbatasan Myanmar yang ada di Thailand. Bangunan ini diberi nama The Mae Tao Dormitories, lokasinya terketak di sebuah desa bernama Mae Sot.

Jan Glasmeirer, pendiri Agora Architects mengungkapkan kurangnya lahan  serta kebutuhan akan akomodasi membuat dia membangun sebuah hunian sementara rendah biaya yang mudah dibangun dengan menggunakan bahan material daur ulang.

Para arsitek merancang struktur bangunan kayu yang dilapisi bahan material lokal, yaitu bambu dan jerami. Sejauh ini Agora berhasil membangun lima kamp, yang masing-masing kamp dapat menampung 25 orang dan memiliki luas 75 meter persegi.


Baca artikel ini juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar